Mata Rantai Keekonomian Pohon Pulai

Tulisan ini mencoba mengurai mata rantai keekonomian dari budidaya pohon pulai melalui life cycle tanaman pule.

  1. Sektor Hulu (upstream). Sebagai hulu dari budidaya pule adalah pengadaan benih dan atau pembibitan. Sektor ini bisa dibilang masih menjadi kendala bagi budidaya pule secara masif. Tidak banyak breeder pule di Indonesia. Yang serius menekuninya bisa dihitung dengan jari. hal ini makin tidak kondusif bagi kelangsungan hidup tanaman ini yang populasinya makin jarang.
  2. Sektor antara (midstream). juga berupa kegiatan di lapangan (on farm), sebagai kelanjutan dari sektor hulu. Aktivitas utamanya adalah budidaya (membesarkan) pohon pule sesuai maksud dan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum tujuan budidaya pule dapat berupa:
  • Konservasi. Untuk kondisi Indonesia kini, prioritas konservasi diberikan untuk lahan kritis dan marginal. Ada banyak faktor yang menjadi nilai tambah pule sebagai tanaman konservasi, antara lain:
    • Termasuk tanaman perintis yang bisa tumbuh di mana saja dengan kondisi tanah marginal.
    • termasuk tanaman indigenous dan cepat tumbuh serta memiliki sebaran di hampir seluruh wilayah Indonesia.
    • kemampuannya menyimpan air, tanaman lain yang lebih populer mengemban fungsi ini adalah beringin.
    • ikatan sosiologis dan kultural yang membuatnya relatif lebih aman dari jarahan (antara lain, identik dengan keangkeran)
    • Mendukung konservasi hewan karena disukai oleh beberapa hewan endemik seperti badak.
  • tanaman industri. Pulai termasuk tanaman dengan nilai keekonomian tinggi, sangat bagus prospeknya karena memiliki banyak kegunaan dan permintaannya cukup tinggi. Kegunaan kayu pulai dalam industri antara lain untuk pembuatan peti, korek api, hak sepatu/kelom, kerajinan (topeng, patung, golek, cenderamata dll), cetakan beton, pensil slate, dan pulp. Beberapa industri yang menggunakan kayu pulai sebagai bahan baku di antaranya industri pensil slate di Sumatera Selatan, industri kerajinan di Yogyakarta, dan kegiatan ritual di Bali. Karakteristik dari tanaman pule yang mendukung untuk industri antara lain:
  • Pule darat memiliki batang yang lurus
  • memiliki pertumbuhan cepat, dengan pertumbuhan diameter bisa mencapai 3,5 cm/tahun dan pertumbuhan tinggi 1,5 m/tahun sehingga bisa dipanen dalam 10-12 tahun dengan diameter 30-40 cm dan volume sekitar 260 m kubik (dengan jarak tanam 3×2 m)
  • memungkinkan untuk dikombinasikan dengan tanaman lain (tumpang sari)
  • kayunya mudah diolah (digergaji, diserut, diukir, dibor), wajar jika menjadi kayu incaran para perajin dan pengusaha furnitur. Selain itu kayunya memiliki karakteristik ringan tapi cukup kuat dan awet.
  • Taman. Pule gading (alstonia scholaris) memiliki bentuk daun mirip kamboja dan bunga warna kuning yang indah. Banyak jalan protokol ibukota dihiasi dengan pohon ini, juga beberapa halaman pusat perbelanjaan dan hotel mewah.
  • Tanaman obat. Nyaris seluruh bagian dari tanaman ini memiliki khasiat untuk obat yang tidak hanya dipercaya oleh nenek moyang bangsa Indonesia tetapi berlaku secara internasional (terutama negara-negara di Asia). Riset secara medis juga sudah dilakukan oleh banyak lembaga.
  1. Sektor hilir (downstream). Kegiatan di luar lahan (off farm) yang menyerap hasil dari budidaya tanaman pule. Yang potensial dikembangkan, antara lain:
    • Industri pensil slate
    • industri pulp
    • industri korek api
    • industri kerajinan
    • industri sepatu/kelom
    • industri furnitur
    • industri peti dan cetakan beton
    • industri audio (sub woofer, salon dll)
    • industri farmasi (fitofarmaka)
    • industri tanaman hias

Dengan memetakan value chain dari budidaya pohon pulai ini diharapkan terjadi sinergi antar sektor sehingga dapat dipanen manfaat yang sebesar-besarnya. Satu kesatuan industri yang mempunyai multiplier effect yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: