Pohon Pulai di Departemen Hukum & HAM

Artikel tentang Pohon Pulai dan Manfaatnya ini anehnya ada di Hukum & HAM (majalah online). http://majalah.depkumham.go.id/node/118
Awalnya terasa aneh, tetapi setelah dibaca-baca, hmmmm….
30 Agt 2007

Sejenak memasuki halaman Departemen Hukum dan HAM, kita akan terpana oleh penataan taman yang nampak rapi, asri penuh warna warni bunga dan daun yang beraneka ragam. Penataan taman yang diprakarsai oleh Menteri Kehakiman pada waktu itu Ismail Saleh, memberikan suatu kebanggaan dengan memperoleh penghargaan dari Pemda DKI sebagai taman pemerintah terbaik sehingga tampil sebagai cover Majalah Asri, salah satu majalah pertamanan terkemuka di ibu kota.

Tentunya perancangan taman dan pemilihan tanaman memerlukan pemikiran yang cukup matang. Salah satu tanaman yang hingga kini masih kokoh berdiri adalah Pohon Pulai yang terletak di sebelah kiri Masjid Istiqomah atau tepatnya di belakang gedung Ditjen Peraturan Perundang-undangan.

Menurut penuturan Husni Sofyan yang waktu itu menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Kehakiman Aceh, pohon tersebut sengaja didatangkan dari Propinsi Aceh. ”Pada waktu itu tahun 1984 saya mendapat mandat dari Pak Ismail Saleh untuk mencari Pohon Pulai untuk dikirim ke Jakarta”, ujar Husni Sofyan. Kemudian dikirimlah 20 bibit Pohon Pulai untuk dibagi-bagi ke unit-unit eselon I di Jakarta. Hingga saat ini apabila datang ke Departemen bisa terlihat betapa pohon itu masih kokoh berdiri dan kita bisa menikmati keindahan pohon yang sudah berumur sekitar 23 tahun tersebut, lanjutnya.

Khasiat Dan Kandungan Kimia
Kita pun patut menyadari manfaat yang terkandung dalam Pohon Pulai yang mengandung banyak getah. Getah berwarna putih, rasa getahnya sangat pahit. Rasa pahit itu didapatkan pula dari akar, kulit batang dan daunnya.Ternyata, getahnya itu banyak mengandung kimia. Pada bagian pohon ini terdapat bahan yang sudah diketahui antara lain alkaloida berupa ditamine, ditaine, dan echi-kaoetchine. Pada kulit batang, terdapat kandungan saponin, flavonoida, dan polifenol. Sedangkan, untuk zat pahitnya terdapat kandungan echeretine dan echicherine.

Dari kandungan kimia yang terdapat di dalamnya, pulai sering pula digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini memiliki sifat antipiretik, antimalaria, antihipertensi serta antiandenergik, dan melancarkan saluran darah.
Penggunaan kandungan ini bisa berasal dari akar, kulit batang, daun, dan getah pulai. Dapat dijadikan obat nyeri (di sisi dada atau karena tusukan) jika dikunyah bersama pinang dan ampasnya dibuang. Akarnya juga obat tukak di dalam hidung, mengobati koreng dan borok.

Kulit batang pulai bermanfaat untuk mengatasi demam, hipertensi, tonikum, ekspektorant, perut kembung, ginjal membesar, demam nifas, hemorhoid, dan sakit kulit. Cara penggunaannya adalah dengan merebus kulit batang pulai yang dicampur dengan bahan lainnya. Air rebusannya itu disaring dan diminum sekaligus. Penggunaan getahnya dapat pula berkhasiat untuk mengatasi koreng, borok pada hewan, bisul, dan kecacingan (kremi). Untuk mengatasi penyakit tersebut, getahnya dicampurkan dengan bahan lain.

Daunnya pun punya manfaat yang banyak. Dengan merebus daun pulai dan bahan lainnya bisa mengobati sifilis, beri-beri, sakit usus, cacing, disentri, diare menahun, diabetes, dan malaria.
Kita patut bersyukur bahwa Allah menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya, walaupun kadang kita sendiri tidak menyadarinya. Sebuah pohon yang kadang hanya dianggap sebagai peneduh ternyata memiliki khasiat yang begitu besar. Demikian sekilas sejarah pohon besar yang ada di halaman belakang Departemen Hukum dan HAM.

Editor: EN
Edisi: Vol. V No. 25

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: