Dalam taksonomi tumbuhan, pulai dikenal dengan nama Alstonia spp. Menurut ahli botani ada enam species dari genus Alstonia yang memiliki nama pulai, yaitu : A. angustifolia Wall., A. angustiloba Miq., A. macrophylla Wall., A. pneumatophora Backer, A. scholaris (L.) R. Br. dan A. spathulata Blume. Dari keenam jenis tersebut yang terkenal adalah A. scholaris (L.) R.Br. karena jenis ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Secara ekologis A. scholaris tumbuh pada ketinggian 1 m – 1.230 m di atas permukaan laut, yaitu pada tanah berpasir dan tanah liat yang tidak pernah digenangi air (Wirjodarmodjo, 1959). Pratiwi (2000) mengemukakan bahwa pulai dapat tumbuh normal pada tanah dengan tekstur kasar, bersolum dalam, pH di atas 5, kandungan C-organik , N-total, P-tersedia, K dan Kejenuhan Basa (KB) tinggi serta kandungan unsur Al rendah.
Disadari bahwa penelitian dan pengembangan pulai sampai saat ini masih sangat terbatas. Namun mulai tahun 2003 kegiatan litbang pulai dilaksanakan secara integratif di bawah koordinasi P3BPTH, sehingga benih (bibit) berkualitas secara bertahap dalam waktu tidak tetap.
sumber: Pulai, Jenis potensial untuk pengembangan hutan tanaman (mashudi, Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan)








Suwandi berkata,
Maret 31, 2009 pada 2:13 pm
yang nulis kok namanya nggak ada ya!
Aam A berkata,
April 20, 2009 pada 12:55 pm
Saya sedang penelitian tentang phenology pulai, tapi saya bingung menentukan masing2 jenis tersebut, klo di liat dari bunga, daun en batang ada perbedaan yang signifikan antara pulai rawa en pulai gading, tapi saya belum terlalu yakin apa betul itu jenis yang dimaksud, karena klo ditanya di lapangan orang semua berkata bahwa itu pulai gading (Alstonia scholaris), padahal klo diliat secara seksama itu adalah pulai darat. Tolong dituliskan ciri-ciri spesifik perbedaan antar jenis tersebut, klo bisa keenam2nya, saya punya beberapa foto yang bisa dishare, makasih….
AE berkata,
Mei 12, 2009 pada 8:28 am
SAYA SEDANG CARI KAYU PULAI SAWN TIMBER 200 M3 PER BULAN